sponsor blogku

Kamis, 08 Juli 2010

Ketenangan Hati

Menyikapi berbagai permasalahan di jaman sekarang ini, sangatlah dibutuhkan ketenangan jiwa dan pikiran serta ketenangan hati. karena kalau tidak disertai dengan ketenangan hati tentunya kita akan mudah sekali stress, oleh karena itu supaya kita bisa menemukan ketenangan hati dan tidak mudah stress, kita baca kisah Abu Nawas yang ini.
Sudah   lama   Abu   nawas   tidak   dipanggil   ke   istana   untuk   menghadap   Baginda.  Abu Nawas juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abu Nawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abu nawas. Tentu saja keadaan kedai tak semarak karena Abu Nawas si pemicu tawa tidak ada.
Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abu  Nawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari rnasalah pelik yang dihadapi.
Salah seorang teman Abunawas ingin mencoba menolong.
"Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barang-kali aku bisa membantu." kata kawan Abunawas. "Baiklah.   Aku   mempunyai   rumah   yang   amat   sempit.   Sedangkan   aku   tinggal bersama     istri  dan  kedelapan    anak-anakku.     Rumah    itu  kami   rasakan   terlalu sempit   sehingga   kami   tidak   merasa    bahagia."   kata   orang   itu   membeberkan kesulitannya.
Kawan   Abunawas   tidak   mampu   memberikan  jalan   keluar,   juga   yang   lainnya. Sehingga   mereka   menyarankan   agar   orang   itu   pergi   menemui   Abunawas   di rumahnya saja.
Orang   itu   pun   pergi   ke   rumah   Abu Nawas.   Dan   kebetulan   Abu   Nawas   sedang mengaji.     Setelah   mengutarakan       kesulitan   yang   sedang   dialami,    Abunawas bertanya kepada orang itu.
"Punyakah engkau seekor domba?"
"Tidak tetapi aku mampu membelinya." jawab orang itu.
"Kalau   begitu   belilah   seekor   dan   tempatkan   domba   itu   di   dalam   rumahmu."Abu Nawas menyarankan.
Orang itu tidak membantah. la langsung  membeli  seekor  domba  seperti  yang disarankan Abu Nawas. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas.
"Wahai      Abunawas,     aku    telah    melaksanakan      saranmu,     tetapi    rumahku bertambah   sesak.   Aku   dan   keluargaku  merasa   segala   sesuatu   menjadi   lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba." kata orang itu mengeluh.
"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu:" kata Abunawas.
Orang itu tidak membantah. la langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimasukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi ke rumah Abu Nawas.
"Wahai   Abu   Nawas,aku   telah   melaksanakan   saran-saranmu   dengan   menambah penghuni  rumahku     dengan    beberapa    ekor   unggas.    Namun    begitu   aku   dan keluargaku      semakin    tidak   betah    tinggal   di   rumah    yang    makin    banyak penghuninya. Kami bertambah merasa tersiksa." kata orang itu dengan wajah yang semakin muram.
"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu."kata Abu Nawas menyarankan Orang itu tidak membantah. la langsung ke pasar hewan membeli seekor anak unta untuk dipelihara di dalam rumahnya.
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. la berkata,
"Wahai Abu Nawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi lebih mengerikan dari pada hari-hari   sebelumnya.    Wahai   Abu  Nawas,   kami   sudah  tidak  tahan   tinggal serumah dengan binatang-binatang itu." kata orang itu putus asa.
"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan maka jualah anak unta itu." kata Abu Nawas.
Orang    itu  tidak  membantah.     la  langsung  menjual   anak   unta   yang  baru dibelinya.
Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi ke rumah orang itu
"Bagaimana keadaan kalian sekarang?" Abu Nawas bertanya.
"Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal disini."  kata  orang   itu  tersenyum.    "Baiklah,  kalau   begitu  sekarang   juallah unggas-unggasmu." kata Abu Nawas.
Orang itu tidak membantah. la langsung menjual unggas-unggasnya.
Beberapa hari kemudian Abu Nawas mengunjungi orang itu.
"Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" Abu Nawas bertanya.
"Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami." kata orang itu dengan wajah ceria.
 'Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu." kata Abu Nawas.
Orang     itu  tidak   membantah.Dengan    senang     hati  ia  langsung  menjual dombanya.
Beberapa hari kemudian Abu Nawas bertamu ke rumah orang itu. la bertanya,
 "Bagaimana   keadaan   rumah   kalian   sekarang   ?" 
"Kami   merasakan   rumah   kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi tinggal bersama kami.    Dan    kami   sekarang    merasa    lebih   berbahagia     daripada   dulu.   Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abu Nawas." kata orang itu dengan wajah berseri-seri.
"Sebenarnya      batas   sempit   dan   luas  itu  tertancap    dalam    pikiranmu.    Kalau engkau   selalu   bersyukur   atas   nikmat   dari   Tuhan   maka   Tuhan   akan   mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu." kata Abu Nawas menjelaskan.
Dan sebelum Abu Nawas pulang, ia bertanya kepada orang itu,
"Apakah engkau sering berdoa ?"
"Ya." jawab orang itu.
"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala   Allah   membuka   pintu   pemahaman   kepada   engkau   ketika   Dia   tidak memberi   engkau,   maka   ketiadaan  pemberian   itu   merupakan   pemberian   yang sebenarnya."
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita Abu Nawas ini dan selalu diberikan ketenangan hati.
dari:kisah 1001 malam, Abu Nawas, Sang Penggeli hati, MB Rahimsyah

7 komentar:

  1. ada berarti takada, tak ada berarti ada.. damai di hati damai di bumi .. met liburan akang :D

    BalasHapus
  2. alkatro>met liburan juga sob..met liburan juga..

    BalasHapus
  3. segala sesuatu didunia akan terasa indah jika kita bisa mensukuri nikmat yang diberikan ALLAH.

    BalasHapus
  4. bang rahmat> betul sekali bang..

    BalasHapus
  5. iya kang, pd dasarny hrs pandai bersyukur utk mendapatkan ketenangan hati

    nuhun

    BalasHapus
  6. hill>betul pisan eta sesuai dengan firman ALLah yg artinya kurang lebih "barang siapa bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmatnya dan barang siapa kufur, sesungguhnya adzabKu sangatlah pedih"

    BalasHapus
  7. memang seyogyannya kita harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang kita dapatkan dari yang maha Kuasa :D

    Nice Post :D
    salam
    kangtatang

    BalasHapus

click here