sponsor blogku

Rabu, 07 Juli 2010

Pengontrolan Motor Listrik Direct online (DOL)

Bila kita seorang pekerja di bidang Industri tentunya tidak asing dengan mesin-mesin  yang digerakan oleh motor listrik, karena fungsi dari motor listrik sendiri yaitu untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik yang diperlukan untuk menjalankan mesin.
Untuk menjalankan sebuah motor listrik perlu adanya pengontrolan, ada berbagai jenis pengontrolan motor listrik tergantung dari fungsi motor tersebut, diantara dasar-dasar dalam pengontrolan motor listrik, yang paling dasar sekali yaitu kontrol motor direct online atau yang biasa di sebut dengan DOL.
Rangkaian kontrol dol digunakan hanya untuk menjalankan atau mematikan motor listrik yang hanya membutuhkan satu arah putaran saja.,biasanya dipakai untuk mesin cutting whell ( mesin untuk memotong besi), Blower ataupun pompa air dan mesin individu yang lainya.
Untuk rangkaian kontrolnya pun hanya sederhana dan hanya membutuhkan sedikit peralatan kontrol, seperti :
-1 buah kontaktor , yang fungsinya untuk memutus atau menyambungkan aliran listrik ke motor.
-1 buah thermal over load, yang berfungsi untuk melindungi motor dari kerusakan yang diakibatkan oleh beban lebih.
-2 buah push bottom (tombol tekan) yang terdiri dari push bottom NO (normaly open) dan NC (normaly close), push bottom NO di gunakan untuk menjalankan motor dan push bottom NC digunakan untuk mematikan motor.
-1 buah MCB untuk power kontrol motor
-1 buah NFB 3 Phase untuk power utama.
..dah dulu ,,ya wiring control dan diagram power menyusul..okey,,

Senin, 05 Juli 2010

SERULING DI FINAL WORLD CUP 2026

Alunan nada yang indah memenuhi seluruh isi Stadion Utama Gelora Bung Karno ketika terjadi final piala dunia antara kesebelasan timnas Indonesia menghadapi wakil dari amerika latin yaitu negara yang paling banyak mengekspor pemain-pemainya keseluruh dunia termasuk indonesia yaitu brazil, ya ..nada-nada itu keluar dari alat tiup asli Indonesia yaitu seruling , karena Indonesia berhasil menjadi penyelenggara pesta bola terakbar sedunia, maka FIFA mengijinkan seluruh penonton untuk membawa dan meniup alat musik asli Indonesia tersebut.
Berbeda dengan piala dunia tahun 2010 di Afrika Selatan yang di pekakan oleh alat tiup asli afrika Yaitu vuvuzela sehingga para pemainpun kurang bisa untuk berkomunikasi di lapangan, tapi itulah hak bangsa Afrika dan dunia pun wajib menghormati budaya orang afrika, seperti kata peribahsa indonesia "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" mungkin FIFApun memakai peribahasa orang Indonesia tersebut.Tapi kali ini pemain yang bermain di stadion-stadion yang jadi penyelenggara pertandingan di berbagai provinsi di Indonesia sangat menikmati permainanya karena di iringi oleh alunan seruling yang indah.
Malam itu pemain-pemain timnas Indonesia yang dihuni oleh para pemain yang merumput di berbagai klub elite dunia seperti MU, Chelsea, Real Madrid dan lainya  berhasil  mengalahkan brazil dengan skor yang cukup telak yaitu 4-0, permainan Timnas Indonesia saat itu sangat memukau mengalahkan Jogo Bonitonya brazil. timnas Indonesia yang malam itu di perkuat oleh pemain terbaik dunia versi FIFA berhasil mendikte permaianan tim Samba.
Keberhasilan Indonesia menjadi juara dunia FIFA menjadi sangat istimewa karena pemain timnas berhasil menjadi top skor dan pemain terbaik, Timnas Indonesia pun menjadi tim ter Fairplay karena tak ada satupun pemain timnas yang mendapat kartu kuning atapun kartu merah. juga Suporter Indonesia menjadi suporter terbaik karena tak pernah ada tawuran antar suporter seperti tahun 2010 dan tahun-tahun sebelumnya.
Yang paling mengesankan adalah disetiap  awal pertandingan di buka oleh kesenian tradisional Indonesia bukan oleh seksi dancer yang biasa terjadi di tahun 2010 dan sebelumnya ketika diadakan Event nonton bareng apapun yang banyak diselenggarakan oleh Televisi Indonesia. para penonton yang datang dari berbagai belahan dunia pun merasa senang dan bahagia karena selain bisa mendukung timnas negara mereka, mereka pun bisa mendapatkan hiburan gratis yang kalau sengaja untuk berlibur ke Indonesia akan jarang sekali. Sehingga setelah penyelenggaraan FIFA worldcup itu munculah ide dari FIFA dan para penonton untuk menyelenggarakan WorldCup di Indonesia lagi.
Woooiiiii bangun final dah mulai nih...terdengar teriakan si Ahmad teman ane,,,,haaaaaaaaahhh..ternyata ane hanya mimpi..
Ahhh,,,semoga mimpiku jadi nyata....Amien. 

Selasa, 29 Juni 2010

Taruhan Yang Berbahaya

cerita-cerita di balik piala dunia 2010 seperti tak kan pernah ada habisnya, tangis, tawa, marah dan berbagai luapan emosi lainya mengiringi perjalanan piala dunia, seperti itu pula cerita tentang Abu Nawas tak pernah bosan untuk selalu membacanya. seperti kisah yang satu ini.
Pada suatu sore ketika Abu Nawas ke warung teh kawan-kawannya sudah berada di situ. Mereka memang sengaja sedang menunggu Abu Nawas.
"Nah ini Abu Nawas datang." kata salah seorang dari mereka. "Ada apa?" kata Abu Nawas sambil memesan secangkir teh hangat.
"Kami tahu engkau selalu bisa melepaskan diri dari perangkap-perangkap yang dirancang Baginda Raja Harun Al Rasyid. Tetapi kami yakin kali ini engkau pasti dihukum Baginda Raja bila engkau berani melakukannya." kawan-kawan Abu Nawas membuka percakapan.
"Apa yang harus kutakutkan. Tidak ada sesuatu apapun yang perlu ditakuti kecuali kepada Allah Swt." kata Abu Nawas menentang.
Selama ini belum pernah ada seorang pun di negeri ini yang berani memantati Baginda Raja Harun Al Rasyid. Bukankah begitu hai Abu Nawas?" tanya kawan Abu Nawas.
"Tentu saja tidak ada yang berani melakukan hal itu karena itu adalah pelecehan yang amat berat hukumannya pasti dipancung." kata Abu Nawas memberitahu.
"Itulah yang ingin kami ketahui darimu. Beranikah engkau melakukannya?"
"Sudah kukatakan bahwa aku hanya takut kepada Allah Swt. saja. Sekarang apa taruhannya bila aku bersedia melakukannya?" Abu Nawas ganti bertanya.
"Seratus keping uang emas. Disamping itu Baginda harus tertawa tatkala engkau pantati." kata mereka. Abu Nawas pulang setelah menyanggupi tawaran yang amat berbahaya itu.
Kawan-kawan Abu Nawas tidak yakin Abu Nawas sanggup membuat Baginda Raja tertawa apalagi ketika dipantati. Kayaknya kali ini Abu Nawas harus berhadapan dengan algojo pemenggal kepala.
Minggu depan Baginda Raja Harun Al Rasyid akan mengadakan jamuan kenegaraan. Para menteri, pegawai istana dan orang-orang dekat Baginda diundang, termasuk Abu Nawas. Abu Nawas merasa hari-hari berlalu dengan cepat karena ia harus menciptakan jalan keluar yang paling aman bagi keselamatan lehernya dari pedang algojo. Tetapi bagi kawan-kawan Abu Nawas hari-hari terasa amat panjang. Karena mereka tak sabar menunggu pertaruhan yang amat mendebarkan itu.
Persiapan-persiapan di halaman istana sudah dimulai. Baginda Raja menginginkan perjamuan nanti meriah karena Baginda juga mengundang raja-raja dari negeri sahabat.
Ketika hari yang dijanjikan tiba, semua tamu sudah datang kecuali Abu Nawas. Kawan-kawan Abu Nawas yang menyaksikan dari jauh merasa kecewa karena Abu Nawas tidak hadir. Namun temyata mereka keliru. Abu Nawas bukannya tidak datang tetapi terlambat sehingga Abu Nawas duduk di tempat yang paling
belakang.
Ceramah-ceramah yang mengesankan mulai disampaikan oleh para ahli pidato. Dan tibalah giliran Baginda Raja Harun Al Rasyid menyampaikan pidatonya. Seusai menyampaikan pidato Baginda melihat Abu Nawas duduk sendirian di tempat yang tidak ada karpetnya. Karena merasa heran Baginda bertanya,
"Mengapa engkau tidak duduk di atas karpet?"
Paduka yang mulia, hamba haturkan terima kaslh atas perhatian Baginda. Hamba sudah merasa cukup bahagia duduk di sini." kata Abu Nawas.
"Wahai Abu Nawas, majulah dan duduklah di atas karpet nanti pakaianmu kotor karena duduk di atas tanah." Baginda Raja menyarankan. "Ampun Tuanku yang mulia, sebenarnya hamba ini sudah duduk di atas karpet."
Baginda bingung mendengar pengakuan Abu Nawas. Karena Baginda melihat sendiri Abu Nawas duduk di atas lantai. "Karpet yang mana yang engkau maksudkan wahai Abu Nawas?" tanya Baginda masih bingung.
"Karpet hamba sendiri Tuanku yang mulia. Sekarang hamba selalu membawa karpet ke manapun hamba pergi." Kata Abu Nawas seolah-olah menyimpan misteri.
"Tetapi sejak tadi aku belum melihat karpet yang engkau bawa." kata Baginda Raja bertambah bingung.
"Baiklah Baginda yang mulia, kalau memang ingin tahu maka dengan senang hati hamba akan menunjukkan kepada Paduka yang mulia." kata Abu Nawas sambil beringsut-ringsut ke depan. Setelah cukup dekat dengan Baginda, Abu Nawas berdiri kemudian menungging menunjukkan potongan karpet yang ditempelkan di bagian pantatnya. Abu Nawas kini seolah-olah memantati Baginda Raja Harun Al Rasyid. Melihat ada sepotong karpet menempel di pantat Abu Nawas, Baginda Raja tak bisa membendung tawa sehingga beliau
terpingkal-pingkal diikuti oleh para undangan.
Menyaksikan kejadian yang menggelikan itu kawan-kawan Abu Nawas merasa kagum.
Mereka harus rela melepas seratus keping uang emas untuk Abu Nawas.
dari:kisah 1001 malam, Abu Nawas, Sang Penggeli hati, MB Rahimsyah
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

click here